Cara Cek Saldo Jamsostek, BPJS Ketenagakerjaan dengan Mudah

Advertisement
Bagaimana Cara Cek Saldo Jamsostek yang paling mudah dan simple - #CaraCekOnline | Penyelenggaraan layanan jaminan sosial adalah salah satu kewajiban dan tanggung jawab Negara yang mana bertujuan sebagai perlindungan sosial maupun ekonomi terhadap masyarakat. Indonesia merupakan salah satu Negara berkembang yang mana kondisis keuangan negaranya sangat terbatas sehingga penyediaan layanan jaminan sosial pun terbatas. 

Sejarah Terbentuknya Jamsostek

Berbagai Negara di dunia telah mengembangkan system jaminan sosial yang dimuali sejak era Kanselir Prussia, Otto Von Bismarck pada tahun 1900-an. Pada bidang kesehatan, pengembangan karakteristik perlindungan kesehatan yang telah dikembangkan oleh Bismarck yaitu suatu system asuransi dari perusahaan yang sebagian iurannya dibayar oleh perusahaan dan sebagiannya lagi didapat dari iuran dari pemotongan gaji pekerja. Adapun Negara yang menerapkan system asuransi ini adalah Belanda, Jerman dan jepang.


Sejarah terbentuknya suatu system jaminan sosial di Indonesia telah dimuali pada era presiden Soekarno. Pada saat itu, penyelenggaraan jaminan sosial diselenggarakan melalui jaminan sosial kecelakaan kerja, jaminan sosial tersebut telah diatur dalam perundang-undangan No.33 Tahun 1947. berselang lima tahun kemudian tepatnya tahun 1952, telah dikeluarkan PMP (Peraturan Menteri Perburuhan) No. 48 /1 1952 yang mana peraturan tersebut berisi tentang pengaturan terselenggaranya bantuan untuk usaha kesehatan buruh. Selanjutnya pemerintah mengeluarkan lagi PMP No.15 /1957 yang berisi tentang pembentukan dan penyelenggaaan Yayasan Kesehatan Buruh.

Kemudian pada tahun 1956 pemerintah soekarno mengeluarkan Undang – Undang No. 11/1956 berisi tentang program JHT (Jaminan Hari Tua) meskipun jaminan tersebut hanya sebatas PNS(Pegawai Negeri Sipil). Pada tahun 1963 pemerintah juga telah mengeluarkan Peraturan Pemerintah (PP) No. 10/1963 yang berisi tentang pembentukan TASPEN(Tabungan Asuransi dan Pegawai Negeri) termasuk pula diperuntukan untuk anggota POLRI, TNI, PNS Departemen Pertahanan.

Setelah pergantian presiden dari Presiden Ir. Soekarno ke Presiden Ir. Soeharto, badan – badan penyelenggaraan jaminan sosial terus mengalami perkembangan. Yang mana perkembangan penyelenggaraan jaminan sosial tersebut menjadi bentuk perseroan dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bertujuan untuk encari keuntungan, seperti PT ASABRI, PT ASKES, PT TASPEN, dan PT JAMSOSTEK.

Dengan adanya perkembangan dan kemajuan system jaminan sosial baik berupa perlindungan sosial mauppun menyangkut tentang landasan hokum, maka pada tahun 1977 telah dikeluarkan PP (Peraturan Pemerintah) No. 33 Tahun 1977 yang mana berisi tentang pelaksanaan program ASTEK (Asuransi Sosial Tenaga Kerja), program tersebut mewajibkan setiap perusahaan atau pengusaha swasta atau BUMN untuk mengikuti ASTEK.

ASTEK tersebut merupakan cikal bakal berdirinya JAMSOSTEk, Pada tahun 1992, pemerintah kembali mengeluarkan Undang – Undang no. 3 / 1992 yang berisi Jaminan Sosial Tenaga Kerja (JAMSOSTEK) hingga akhirnya Perum ASTEK telah beralih status menjadi PT JAMSOSTEK pada tahun 1995 melalui PP no. 36 / 1995. PT Jamsostek ini memiliki 4 layanan programnya yakni : JKK (jaminan Kecelakaa Kerja), JK (Jaminan Kematian), JHT (Jaminan Hari Tua), dan JPK (jaminan Pemeliharaan Kesehatan). Ketiga layanan program seperti JKK, JKM, JHT merupakan layanan yang penyelenggaraannya dalam bentuk jaminan uang yang berlaku bagi setiap pekerja, sementaara layanan pada program JPK berbentuk jaminan pelayanan yang berlaku bagi pekerja dan keluarga pekerja tersebut.

Semua Perusahaan BUMN ataupun Perusahaan Swasta yang telah memenuhi syarat wajib menyelenggarakan kepesertaan JAMSOSTEK bagi para pekerjanya. Sebagai contoh perusahaan yang memiliki 10 pekerja atau lebih dengan upah tiap pekerja sebesar Rp. 1 juta atau lebih, maka perusahaan tersebut wajib menyelenggarakan JAMSOSTEK untuk para pekerjanya. Tetapi pada kenyataannya JAMSOSTEK belum menjangkau seluruh tenaga kerja dengan luas di Tanah Air. 

Pada 1 Januari 2014 PT JAMSOSTEK telah merubah nama menjadi BPJS Ketenagakerjaan sesuai dengan UU No. 24 Tahun 2011 tentang BPJS, seiring dengan itu PT ASKES juga telah merubah nama menjadi BPJS Kesehatan bersama BPJS Ketenagakerjaan yang mana program tersebut merupakan satu kesatuan dari JKN (Jaminan Kesehatan Nasional) yang telah diresmikan pada penghujung tahun 2013. BPJS Ketenagakerjaan telah beroperasi pada tanggal 1 Juli 2014, sedangkan untuk BPJS Kesehatan telah lebih dahulu beroperasi dari BPJS Ketenagakerjaan yakni, sejak 1 Januari 2014.

Cara Cek Saldo Jamsostek


Bagi anda sebagai pekerja di salah satu perusahaan BUMN ataupun Swasta dan mendapatkan fasiliitas layanan Jamsostek dari perusahaan, dan apakah anda belum mengetahui informasi cara cek saldo Jamsostek tersebut, maka pada artikel ini kami akan memaparkan langkah atau cara cek saldo Jamsostek yang akan dijalaskan dibawah ini.


Jamsostek sekarang telah merubah nama menjadi BPJS Ketenagakerjaan sejak tahun 2014. Bagi pengguna layanan Jamsostek untuk saat ini dapat melakukan pengecekan saldo jamsostek anda melalui internet / online, dan selain itu terdapat cara lain juga untuk dapat melakukan cek saldo jamsostek. Adapun langkah cek saldo Jamsostek melalui internet atau online, yaitu :
  • Untuk anda yang ingin mengecek saldo Jamsostek / BPJS Ketenagakerjaan anda melalui internet, maka anda dapat mengaksesnya melalui alamat resmi jamsostek yaitu www.jamsostek.co.id, namun karena jamsostek telah merubah nama menjadi BPJS Ketenagakerjaan maka secara otomatis akses internet anda akan mengalihkan ke halaman website https://es.bpjsketenagakerjaan.go.id/#tenagakerja
  • Setelah anda memasuki menu pada halaman BPJS ketenagakerjaan, maka sebaiknya anda siakan terlebih dahulu kartu jamsostek / BPJS Ketenagakerjaan anda atau Nomor KPJ, setelah itu anda melakukan pendaftaran melalui alamat web diatas dengan mengisi semua isian atau informasi yang dibutuhkan.
  • Apabila anda sudah terdaftar, Selanjutnya anda Login dengan memasukan nomor Jamsostek/BPJS Ketenagakerjaan anda dan kemudian masukan PIN/password
  • Selanjutnya setelah anda masuk pada akun BPJS online anda, maka pilih menu Lihat Saldo JHT
  • Lalu pilih KPJ Jamsostek / BPJS Ketenagakerjaan dan setelah itu pilih submit. Maka setelah itu anda akan mengetahui jumlah saldo Jamsostek atau BPJS Ketenagaerjaan anda.

Selain cara diatas, terdapat cara lain yang cukup simpel dan mudah untuk cek saldo Jamsostek / BPJS Ketenagakerjaan, yaitu dengan mendownload aplikasi BPJSTK Mobile. Anda dapat mendapatkan aplikasi ini pada smartphone anda melalui Google Playstore atau App Store. Setelah aplikasi terunduh dan akan terinstal secara otomatis pada smartphone anda , lalu setelah itu anda dapat membuka aplikasi tersebut dan kemudian anda dapat langsung login dengan memasukan no KJP dan PIN/password melalui aplikasi BPJSTK Mobile, setelah anda masuk pada akun Jamsostek / BPJS Ketenagakerjaan anda maka anda dapat langsung memilih menu layanan cek saldo JHT, maka dari menu itu anda akan mengetahui jumlah saldo Jamsostek / BPJS Ketenagakerjaan anda melalui layar smartphone kamu.

Demikian Cara Cek Saldo Jamsostek atau BPJS Ketenagakerjaaan, anda dapat memilih sendiri manakah cara yang menurut anda mudah dan simple. Semoga artikel ini dapat bermanfaat bagi anda sebagai pengguna layanan JAMSOSTEK / BPJS Ketenagakerjaan. Terimakasih !

✨ 🎲 🎳 Lihat Daftar Cara Cek Saldo Lainnya :
Cara Cek Saldo Kartu Kredit Bukopin Cara Cek Saldo Tcash Telkomsel
Cara Cek Saldo Kartu Kredit CIMB Niaga Cara Cek Saldo Smartfren
Cara Cek Saldo Kartu Kredit Mega Cara Cek Saldo di ATM
Cara Cek Saldo Kartu Kredit BCA Cara Cek Saldo SMS Banking BRI
Cara Cek Saldo Kartu Kredit BNI Cara Cek Saldo SMS Banking Mandiri
Cara Cek Saldo Prudential Cara Cek Saldo ATM Lewat HP
Cara Cek Saldo AXA Mandiri Cara Cek Saldo BPJS
Cara Cek Saldo Asuransi AIA Cara Cek Saldo BRI
Cara Cek Saldo ATM BNI Cara Cek Saldo BCA
Cara Cek Saldo Orange TV Cara Cek Saldo Mandiri
Advertisement
Cara Cek Saldo Jamsostek, BPJS Ketenagakerjaan dengan Mudah | Septa Maulana | 5